Minggu, 04 Maret 2012

Tingkatan-tingkatan Kurikulum pendidikan

TUGAS BERSTRUKTUR
Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab DOSEN PEMBIMBING
Drs.H.Hamdan, H.M


TINGKATAN-TINGKATAN KURIKULUM PENDIDIKAN

Oleh :
Amelia : 0701238180
Bahrul Helmi : 0701238146
M. Iqbal Anshari : 0701238162
M. Syafi’i : 0701238193
Yuliana : 0701238206

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB
BANJARMASIN
2010

BAB I
PENDAHULUAN
Ada beberapa tingkatan-tingkatan dalam kurikulum pendidikan adalah:
1. Kurikulum tingkat nasional
Pada tingkat nasional ini kurikulum digunakan untuk seluruh sekolah-sekolah yang ada di Indonesia baik yang berada di daerah perkotaan maupun di daerah yang terpencil. Sistem kurikulum ini menggunakan adanya jenjang-jenjang dalam pendidikan yang akan dijalani oleh anak didik
2. Kurikulum tingkat instutisional / lembaga
Pada tingkat instutisional / lembaga ini, kurikulum hanya digunakan oleh sekolah itu sendiri dan kurikulum itu juga dibuat oleh sekolah itu sendiri, tapi dengan berpedoman pada kurikulum nasional dan tidak terlepas dari pada tujuan nasional. Adanya kurikulum tingkat instutisional ini sekolah itu dapat berkembang dengan baik karena sekolahlah yang lebih tahu tentang keadaan anak didiknya, baik itu dari segi tingkatan perkembangan siswa.
3. Kurikulum tingkat bidang studi / mata pelajaran
Pada tingkat bidang studi / mata pelajaran ini, kurikulum digunakan untuk mata pelajaran, kurikulum mata pelajaran, kurikulum ini dibuat oleh guru mata pelajaran itu sendiri yang tidak terlepas dari tujuan instutisional dan nasional dalam pendidikan, tujuan kurikulum ini agar dalam pembelajaran itu efektif dan berjalan dengan baik.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Tingkat-tingkat pengembangan kurikulum
1. Pengembangan kurikulum tingkat nasional
Pada tingkatan ini pengembangan kurikulum dibahas dalam lingkup nasional, meliputi jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah, baik secara vertical maupun secara horizontal dalam rangka merealisasikan tujuan pendidikan nasional.
Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan disekolah melalui kegiatan pembelajaran secara berjenjang dan berkesinambungan, sedangkan jalur pembelajaran diluar sekolah melalui kegiatan pembelajaran yang tidak berjenjang dan berkesinambungan.
Secara vertikal berkaitan dengan kontinuitas pengembangan kurikulum antara berbagai jenjang pendidikan (pendidikan dasar menengah dan pendidikan tinggi , sedangkan secara horizontal berkaitan dengan keselarasan antar berbagai jenis pendidikan dengan berbagai jenjang.
Pengembangan kurikulum tingkat nasional ini dilakukan dalam rangka mengembangkan standar kompetensi untuk masing-masing jenjang dan jenis pendidikan, terutama pada jalur pendidikan sekolah.
2. Pengembangan kurikulum tingkat institusional / lembaga
Kegiatan dalam pengembangan kurikulum tingkat lembaga ini harus diketahui, yaitu:
a. Perumusan tujuan institusional
Sumber-sumber yang dapat dimanfaatkan dalam merumuskan tujuan internasional sekurang-kurangnya ada 3 sumber yang penting, yaitu tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam undang-undang sistem pendidikan nasional, pandangan atau harapan masyarakat dan dunia pekerjaan, harapan lembaga pendidikan yang lebih tinggi.
Ciri-ciri tujuan institusional dapat dikaji melalui tiga segi:
1. Segi katagori
Tujuan institusional dapat dikelompokkan menjadi tujuan institusional umum atau khusus. Tujuan institusional umum yaitu tujuan yang menggambarkan pengetahuan dan sikap yang bersifat umum perlu dimiliki oleh para lulusan lembaga sekolah tersebut, misalnya:
- Memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga Negara yang baik
- Sehat jasmani atau rohani, dan seterusnya
Tujuan institusional khusus merupakan jabatan dari tujuan, institusional umum yang juga dirumuskan bersifat umum.
2. Segi yang dicakup
Cakupan aspek domain tujuan istitusional atau sekolah meliputi aspek domain tujuan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan kepada lulusannya setelah menyelesaikan program studi.
3. Segi tingkat ke khususan
b. Penetapan isi dan struktur program
Struktur program yang memiliki pemantapan:
- Jenis-jenis pendidikan (umum, akademis, keterampilan, dan lain-lain )
- Sistem / jumlah kelas dan unit waktu yang digunakan semester atau caturwulan
- Jumlah bidang studi yang diajarkan dalam setiap harinya.
- Jumlah jam pelajaran untuk setiap bidang studi perhari.
c. Penyusunan strategi pelaksanaan kurikulum
Dalam penyusunan strategi pelaksanaan kurikulum ini ada empat cakupan yang diperhatikan, yaitu:
1. Pelaksanaan pengajaran
2. Pengadaan penilaian
3. Pengadaan bimbingan dan penyuluhan
4. Pelaksanaan administrasi dan supervisi
Dari rumusan hasil pengembangan tingkat institusional atau kelembagaan tersebut, kemudian oleh guru dijabarkan kembali secara lebih terinci karenanya pada tingkat pengembangan kurikulum yang paling rendah pun, yaitu tingkat pengajaran guru selalu mengawalinya dengan merumuskan tujuan yang telah konkrit atau jelas. Tujuan yang konkrit dan jelas mencakup jenis kemampuan dan perubahan tingkah laku yang diharapkan setelah siswa mengikuti proses belajar-mengajar.
Pada pengembangan kurikulum tingkat pengajaran ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru sehubungan dengan pengembangan kurikulum tingkat pengajaran, yaitu:
1. Menganalisis tujuan berdasarkan apa yang tertuang dalam kurikulum
2. Mengembangkan alat evaluasi berdasarkan tujuan
3. Merumuskan bahan yang sesuai dengan isi kurikulum
4. Merumuskan bentuk kegiatan belajar-mengajar yang dapat member pengalaman belajar kepada murid
5. Melaksanakan apa yang telah diprogramkan
3. Pengembangan kurikulum tingkat bidang studi / mata pelajaran
Pengembangan pada tingkat bidang studi atau mata pelajaran, dimaksudkan agar setiap bidang studi atau mata pelajaran secara efektifitas dan konsisten dapat menunjang tujuan kelembagaan yang telah dirumuskan sebelumnya
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mengembangkan setiap program studi ini, meliputi:
a. Merumuskan tujuan kurikulum
Tujuan kurikulum yang dimaksud adalah rumusan tujuan pengetahuan , keterampilan, dan sikap yang diharapkan dimiliki para murid pada bidang studi tertentu, setelah mereka menyelesaikan keseluruhan program pada seluruh lembaga pendidikan tertentu.
b. Merumuskan tujuan pengajaran
Yang dimaksud dengan tujuan pengajaran adalah rumusan tujuan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang merupakan jabaran tujuan kurikulum dan sebagai dasar untuk menetapkan bahan pengajaran dalam setiap bidang studi .
c. Menetapkan pokok bahasan / sub pokok bahasan
Ada beberapa langkah yang ditempuh dalam upaya memilih topik ( konsep pokok atau sub pokok bahasan, antara lain:
- Mengidentifikasi topic-topik yang diperkirakan dapat dijadikan bahan untuk dipelajari murid agar mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
- Memilih topik-topik yang paling relevan, fungsional, efektif dan konprehensif bagi pencapaian tujuan yang telah di identifikasi
d. Menyusun pedoman khusus
4. Pengembangan kurikulum tingkat satuan bahasan
Dalam mengembangkan program pengajaran, GBPP ( gari-garis besar program pengajaran ) bidang studi yang ada harus dikaji dan diolah para guru sehingga menjadi satuan-satuan bahan pelajaran yang disajikan kepada murid.
Satuan bahan adalah satuan konsep, pengertian atau masalah yang dapat disajikan kepada murid tugas guru dalam menyusun program pengajaran ini berarti para guru secara langsung menjadi pengembangan kurikulum , mengapa digunakan istilah pengembangan, karena guru harus berupaya mengembangkan topik-topik yang menjadi bahasan pelajaran yang jelas isi dan luasnya. Ini berarti, guru harus menjabarkan topic yang ada kedalam sub-sub topik.

BAB III
PENUTUP
Simpulan
Kurikulum tingkat nasional
Pada tingkatan ini pengembangan kurikulum dibahas dalam lingkup nasional, meliputi jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah, Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan disekolah melalui kegiatan pembelajaran secara berjenjang dan berkesinambungan, sedangkan jalur pembelajaran diluar sekolah melalui kegiatan pembelajaran yang tidak berjenjang dan berkesinambungan.
Kurikulum tingkat institusional / lembaga
Kegiatan dalam pengembangan kurikulum tingkat lembaga ini harus diketahui, yaitu:
a. Perumusan tujuan institusional
b. Penetapan isi dan struktur program
c. Penyusunan strategi pelaksanaan kurikulum
Kurikulum ini dibuat dan digunakan untuk sekolah itu juga, tentunya tidak terlepas dengan tujuan nasional.
Kurikulum tingkat bidang studi / mata pelajaran
Kurikulum pada tingkat bidang studi atau mata pelajaran ini dimaksudkan agar setiap bidang studi atau mata pelajaran secara efektifitas dan konsisten dapat menunjang tujuan kelembagaan yang telah dirumuskan

DAFTAR PUSTAKA
Dr. E. Mulyasa, M. Pd, 2004, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung: PT. remaja rosda karya
H. Hafni Ladji, 2005, Pengembangan Kurikulum, CIputat: PT. Ciputat press group
Drs. Fuaduddin, M.Pd, DKK, 1992, Pengembangan dan Inovasi kurikulum (DITJEN Pembinaan kelembagaan Agama Islam, Departemen Agama), Jakarta: universitas Terbuka

0 komentar:

Poskan Komentar