Minggu, 04 Maret 2012

Perencanaan Bahan dan Kegiatan Belajar Mengajar

Bab I
Pendahuluan
Perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mendahului pelaksanaan, karena perencanaan merupakan suatu proses untuk menentukan kemana harus pergi dan mengidentifikasikanpersyaratan yang diperlukan dengan cara yang paling efektif dan efesien. Perencanaan pengajaran di Indonesia merupakan suatu penyusunan alternatif kebijaksanaan dalam mengatasi masalah, yang akan dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan kenyataan yang ada dibidang sosial, ekonomi, sosial budaya dan kebutuhan pembangunan secara menyeluruh terhadap pendidikan nasional. Dengan demikian pembangunan dunia pendidikan nasional memikul tanggung jawab yang besar sebagai bagian internal dari perencanaan pembangunan bangsa.

Bab II
Pembahasan
Perencanaan Bahan dan Kegiatan Belajar Mengajar
Perencanaan ialah berhubungan antara apa adanya sekarang ( what is ) dengan bagaimana seharusnya ( what should be ) yang bertalikan dengan kebutuhan, penentuan, tujuan, prioritas, program, dan alokasi sumber .
Seringkali rancangan pengajaran dimulai dengan mengenal tujuan umum yang bersifat lugas suatu sistem sekolah atau lembaga. Program pengajaran dikembangkan dengan harapan dapat mencapai tujuan tersebut .dan diantara program tersebut adalah adanya perencanaan bahan dan KBM.
A. Aspek-aspek Materi.
Belajar mengajar bukanlah berproses dalam kehampaan, tetapi berproses dalam kemakuaan, didalamnya ada sejumlah nilai yang disampaikan kepada anak didik. Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi terambil dari berbagai sumber guna dipakai dalam proses belajar mengajar. Jadi dari berbagai sumberlah pelajaran itu diambil.
Sumber-sumber bahan pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran tedapat atau asal untuk belajar seseorang. Dengan demikian sumber belajar itu merupakan bahan atau materi untuk menambah ilmu untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-hal baru bagi si-pelajar, sebab pada hakikatnya belajar adalah untuk mendapatkan hal-hal baru ( perubahan ) .
Kalau kita mempelajari lebih dalam mengenai materi pelajaran, maka kita tidak akan melihat adanya berbagai aspek yang antara lain: konsep, prinsip, fakta, proses, nilai keterampilan, bahkan juga terdapat sejumlah masalah-masalah yang ada kaitannya dengan kehidupan masyarakat.
Istilah-istilah tersebut pada garis besarnya ialah:
1) Konsep adalah suatu ide atau gagasan atau suatu pengertian yang umum, misalnya: sumber kekayaan alam yang dapat diperbaharui.
2) Prinsip adalah suatu kebenaran dasar sebagai titik tolak untuk berfikir atau merupakan suatu petunjuk untuk berbuat atau melaksanakan sesuatu.
3) Fakta adalah sesuatu yang telah terjadi atau yang telah dikerjakan atau dilalui , mungkin berupa hal objek atau keadaan. Jadi bukan sesutu yang diinginkan atau pendapat atau teori, contoh: Proklamasi kemerdekaan RI.adalah pada tanggal 17 agustus 1945.
4) Proses adalah serangkaian perubahan, gerakan-gerakan perkembangan suatu proses dapat terjadi secara sadar aatu tidak disadari.
Dapat juga merupakan cara melaksanakan kegiatan operasional, misalnya: di pabrik atau proses pembuatan tempe, proses perubahan warna pada daun yang kena hama wereng dan sebagainya.
5) Nilai adalah suatu pola ukuran atau merupakan suatu tipe atau model umumnya nilai bertalian dengan pengakuan atau kebenaran yang bersifat umum, tentang baik ataupun yang buruk, misalnya: hukum jual-beli, hkum koperasi unit desa, dan sebagainya.
6) Keterampilan adalah kemampuan berbuat sesuatu dengan baik. Berbuat dapat berarti secara jasmaniah ( menulis, berbicara, dan sebagainya ) dan dapat juga berarti rohaniah ( membedakan, menganalisis, dan sebagainya ). Biasany kedua aspek tersebut tidak lepas satu sama lain, kendatipun tidak selalu demikian adanya ( Oemar Hamalik, 1978 ).
Aspek-aspek tersebut, perlu menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan bahan pelajaran dan rinciannya. Sesuatusatuan bahasan yang telaah ditentukan perlu dianalisis lebih lanjut tentang konsep-konsep yang terkandung dalam topik tersebut, prinsip-prinsip apa saja yang perlu disampaikan dan seterusnya.
Selain itu perlu adanya perencanaan yang sistematis agar waktu yang tersedia dalam suatu semester untuk setiap bidang studi dapat dimanfaatkan secara optimal dan setiap pokok pembahasan dapat dipelajari oleh siswa sesuai dengan rencana. Atas dasar itu penyusunan program dalam satuan-satuan kecil yang tercantum dalam pokok-pokok bahasan yang tercantum garis-garis besar program pelajaran merupakan suatu mekanis bagi dapat dilaksanakan kurikulum 75 secara efesien dan efektif.
Jelaslah bahwa penggunaan PPSI ( Prosedur Pengembangan Sistem Intelektual ) dan pengembangan program-program pengajaran dalam bentuk satuan-satuan pelajaran dimaksudkan untuk membantu para guru dalam melaksanakan program pengajaran secara efektif dalam rangka pelaksanaan kurikulum.
B. Kriteria pemilihan meteri pelajaran.
Materi pelajar berada dalam ruang lingkup isi kurikulum, karena itu, pemilihan materi pembelajaran tentu saja harus sejalan dengan ukuran-ukuran ( kriteria ) yang digunakan untuk memilih isi kurikulum bidang studi bersangkutan.
Kriteria pemilihan materi pelajaran yang akan dikembangkan dalam sistem instruksional dan yang mendasari penentuan strategi belajar mengajar:
1) Kriteria tujuan instruksional
Suatu materi pelajaran yang terpilih dimaksudkan untuk mencapai tujuan instruksional khusus atau tujuan-tujuan yang telah dirumuskan.
2) Materi pembelajaran supaya terjabar.
Perincian meteri pelajaran berdasarkan pada tuntutan dimana tiap TIK telah dirumuskan secara spesifik, dapat diamati dan terukur. Ini berarti terdapat keterkaitan yang erat antara spesifikasi tujuan dan spesifikasi materi pelajaran.
3) Rrelevan dengan kebutuhan siswa.
Kebutuhan siswa yang pokok ialah bahwa mereka ingin berkembang berdasarkan potensi yang dimilikinya, karena setipa materi pelajaran yang akan disajikan hendaknya sesuai dengan usaha untuk mengembangkan pribadi siswa secara bulat dan utuh. Beberapa aspek diantaranya adalah pengetahuan sikap, nilai dan keterampilan.
4) Kesesuaian dengan kondisi masyarakat
Siswa dipersiapkan untuk menjadi warga masyarakat yang berguna dan mampu hidup mandiri. Dalam hal ini, materi pelajaran yang dipilih hendaknya turut membantu mereka memberi pengalaman yang edukatif yang bermakna bagi perkembangan mereka menjadi manusia yang mudah menyesuaikan diri.
5) Materi pelajaran mengandung segi-segi etik
Meteri yang dipilih hendaknya dipertimbangkansegi perkembangan siswa kelak, pengetahuan dan keterampilan yang bakal mereka peroleh dari materi pelajaran yang telah mereka terima diarahkan untuk mengembangkan dirinya sebagai manusia yang etik sesuai dengan sistem nilai dan norma-norma yang berlaku dimasyrakat.
6) Materi pelajaran tersusun dalam ruang lingkupdan urutan yang sistematis dan logis.
Setiap materi pelajaran disusun secara bulat dan menyeluruh, terbatas ruang lingkupnya dan terpusat pada satu topik masalah tertentu. Materi disusun secara berurutan dengan mempertimbangkan faktor perkembangan psikologi siswa. Dengan cara ini diharapkan isi materi tersebut akan lebih mudah diserap oleh siswa dan dapat segera dilihat keberhasilannya.
7) Meteri pelajaran bersumber dari buku sumber yang; baku, pribadi yang ahli dan masyarakat.
Ketiga faktor ini diperhatikan dalam memilih pelajaran, buku sumber yang baku umumnya disusun oleh para ahli dalam bidangnya dan disusun berdasarkan GBPP yang berlaku, kendatipun belumtentu lengkap sebagaimana yang diharapkan.
Guru yang ahli penting,oleh sebab sumber utama memang adalah guru itu sendiri. guru dapat menyimak segala hal yang dianggapnya perlu unutk disajikan kepada para siswa berdasarkan ukuran pribadinya, masyarakat juga merupakan sumber yang luas, bahkan dapat dikatakan sebagai materi belajar yang paling besar .
Adapun R Ibrahim meulis dalam bukunya “perencanaan Pengajaran” mengenai beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran, antara lain:
a. Materi pelajaran hendaknya sesuai dengan ataau menunjang tercapainya tujuan instruksional
b. Materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan atau perkembangan siswa pada umumnya.
c. Materi pelajaran hendaknya terorganisasi secara sistematis dan berkesinambungan.
d. Materi pelajaran hendaknya mencakup tiga hal-hal yang bersifat faktual maupun konseptual .
C. Dasar perencanaan KBM.
Kegiatan belajar mengajar yang tidak direncanakan secara baik atau menyebalkan hambatan untuk mencapai hasil-hasil belajar yang diharapkan. Karena itu kegiatan belajar mengajar harus dirancang sedemikian rupa agar proses belajar mengajar berhasil secara optimal, itu sebabnya, antara tujuan instruksional, materi pelajaran dan kegiatan belajar mengajar harus memiliki derajat keberhasilan yang tinggi.
Adapun yang dijadikan dasar untuk merancang kegiatan belajar mengajar adalah sebagai berikut:
1) Berdasarkan pada tujuan instruksional yang hendak dicapai. Didalam tujuan instruksional telah tersirat tingkah laku yang ingin dikembangkan, seperti: pengetahuan dan keterampilan, sikap dan nilai. Tujuan-tujuan akan tercapai, jika siswa dan guru melakukan kegiatan belajar mengajar secara tepat, terarah dan terencana.urutan prioritas tujuan-tujuan instruksional yang telah ditata sebelumnya. Dalam hal itu menjadi pengaruhuntuk menetukan jenis dan bentuk kegiatan yang perlu atau seharusnya dilakuka baik siswa maupun oleh guru.
2) Berdasarkan konsep belajar CBSA ( Cara Belajar Siswa Aktif ). belajar akan berhasil jika siswa diberikan kesempatan untuk belajar secara aktif. Keterlibatan ini meyebabkan bekerjanya proses mental dan fisik yang lebih banyak. Siswa pada gilirannya akan menyadari, merumuskan sendiri masalahnya, berusaha dan dengan macam kegiatan belajar mengajar yang bervariasi atau menentang, akan memberikan banyak pengalaman belajar kepada mereka. Konsep yang melibatkan keaktifan siswa atau embantu siswa menuju pembentukan pribadi, kegiatan mandiri, percaya diri dan ketergantungan pada diri sendiri.
3) Bertitik tolak dari kesiapan siswa
Kesiapan belajar adalah kondisi dimana siswa berada dalam siap mental dan fisik untuk melakukan kegiatan belajar. Faktor ini erat hubungannya dengan kematangan intelektual, mental, sosial, emosional siswa disamping kesiapan secara jasmaniah. Dengan kondisi siap tersebut siswa akan lebih terangsang untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dan lebih mudah menerima pengalaman-pengalaman baru, serta lebih termotivasi untuk mencari dan menemukan sendiri pengalaman-pengalaman yang bermakna baginya.
4) Mempertimbangkan sumber-sumber
Sumber-sumber tersebut meliputi kesediaan waktu, biaya, fasilitas, yang kesemuanya digolongkan sebagai unsur-unsur penunjang untuk keberhasilan kegiatan belajar. Faktor ini tidak dapat diabaikan perannya dalam kegiatan belajar mengajar, sering guru lupa merancang kegiatan yang bervariasi, namun tidak memperhatikan kesediaan sumber-sumber penunjang, dengan akibat kegiatan tidak berlangsung sebagaimana mestinya atau dapat juga terjadi kegiatan belajar mengajar cukup sederhana tetapi menyediakan unsur penunjang yang berkelebihan, dengan akibat pemborosan. Karena itu, rancangan kegiatan belajar mengajar disusun hendaknya dengan memperhatikan sumber-sumber ang ada.
D. Prosedur Penetuan KBM
Penentuan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan melalaui langkah-langkah kerja sebagai berikut:
1) Mengidentifikasi aspek-aspek kemampuan yang terkandung dalam tujuan sebagai indikator hasil belajar yang diharapkan, aspek-aspek kemampuan meliputi: pengetahuan ( kognitif ), keterampilan, sikap dan nilai ( afektif ) dari segi kondisi siswa, kemampuan guru, fakto-faktor luar yang mungkin berpengaruh dan dapat dilaksanakan?
Apakah kegiatan belajar mengajar itu memungkinkan tercapainya tujuan instruksional secara optimal?
Apakah kegiata-kegiatan belajar mengajar tersebut bersifat luwes, dinamis dan senantiasa dapat disesuaikan dengan kebutuhan instruksional?
Produk ( tingkah laku yang dihasilkan ), eksploratik (pengalaman luar sekolah). Itu sebabnya setiap guru memahami benar tentang teori belajar, pendekatan tujuan pendidikan misalnya tujuan pendidikan berdasarkan taxonomi bloom dan kawan-kawan. Yang dijadikan sebagai kerangka acuan untuk menentukan hasil belajar.
2) Mengidentifikasikan perilaku yang tersirat dalam tujuan pengajaran yang hendak dicapai, yang meliputi perilaku-perilaku yang spesifik, yang diamati dan terukur.
Umumnya tercakup dalam tujuan instruksional khusus ( TIK )
3) Mengidentifikasikan meteri pelajaran dengan berpedoman pada pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan. Didalam materi terkandung aspek-aspek pengetahuan yang terdiri dari konsep, prinsip, fakta dan prosedur, serta keterampilan yang terdiri dari keterampilan reproduktif dan keterampilan produktif, materi pelajaran mengacu kepada buku sumber wajib, misalnya buku paket.
4) Mengidentifikasikan strantegi pelajaran dengan berpedoman pada pokok bahasan didalam nateri terkandung aspek-aspek pengetahuan yang terdiri dari keterampilan produktif. Materi pelajaran mengacu kepada buku sumber wajib, misalnya buku paket.
5) Mengidentifikasi kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan strategi belajar mengajar yang sudah dipilih.
Kegiata-kegiatan yang dirumuskan pada hakikatnya mencakup kegiatan siswa dan kegiatan guru atau dirumuskan dalam kesatuan kegiatan yang mencakup kedua jenis kegiatan tetu saja rumusan kegiatan hendaknya disusun berdasarkan prinsip koherensi, kelayakan, ketepatgunaan dan keberhasilan serta keluwesan.
6) Berdasarkan prinsip-prinsip tersebutselanjutnya perlu diadakan penilaian

Bab III
Penutup
Kesimpulan
Dari beberapa uraian diatasmaka dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut:
1) Beberapa aspek-aspek materi pelajaran yang dapat menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan bahan pelajaran dan rinciannya yang antara lain: konsep, prinsip, fakta, proses, nilai keterampilan,bahkan juga terdapat sejumlah masalah yang ada kaitannya dengan kehidupan masyarakat.
2) Beberapa kriteria pemilihan materi, pelajaran yang akan dikembangkan dalam sistem instruksional dan yang mendasari penentuan strategi belajar mengajar:
a. Kriteria tujuan instruksional
b. Materi pembelajaran supaya terjabar
c. Rrelevan dengan kebutuhan siswa
d. Kesesuaian dengan kondisi masyarakat
e. Materi pelajaran mengandung segi-segi etik
f. Materi pelajaran tersusun dalam ruang lingkupdan urutan yang sistematis dan logis
g. Meteri pelajaran bersumber dari buku sumber yang; baku, pribadi yang ahli dan masyarakat
3) Dasar perencanaan keiatan belajar mengajar adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan pada tujuan instruksional yang hendak dicapai
b. Berdasarkan konsep belajar CBSA ( Cara Belajar Siswa Aktif )
c. Bertitik tolak dari kesiapan siswa
d. Mempertimbangkan sumber-sumber
4) Prosedur penetuan KBM adalah sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi aspek-aspek kemampuan
b. Mengidentifikasikan perilaku yang tersirat dalam tujuan pengajaran yang hendak dicapai
c. Mengidentifikasikan meteri pelajaran
d. Mengidentifikasikan strantegi pelajaran
e. Mengidentifikasi kegiatan belajar mengajar
f. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebutselanjutnya perlu diadakan penilaian

Daftar Pustaka
• Pidarta, Made, Perencanaan Pendidikan Partisipasi dengan pendidikan sistem, Jakarta: PT.Rineka Cipta, 2005
• Sastrawijaya, A. Tresna, pengembangan Program Pengajaran, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1991
• Djamarah, Saiful Bahri, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002
• Harjanto, Perencanaan pengajaran, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005
• R Ibrahim dan nawa Syaodah, Perencanaan, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2003

0 komentar:

Poskan Komentar