Minggu, 04 Maret 2012

Anggapan Dasar dan Hipotesis

  1. Pengertian Anggapan Dasar
Menurut Prof. Dr. Winanto surakhamd M.Sc.Ed. anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik. Setiap penyelidik dapat merumuskan postulat yang berbeda. Seorang penyelidik mungkin meragukan sesuatu anggapan dasar orang lain diterima sebagai kebenaran. Dari contoh kehidupan sehari-hari orang yang berkata bahwa orang yang banyak makan akan menjadi gemuk. Yang ada dibalik ucapan itu adalah suatu anggapan bahwa semua yang dimakan orang tentu dapat dicerna, kemudian berubah menjadi otot dan lemak. Inilah sebabnya maka orang menjadi gemuk.
Jadi anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal yang digunakan untuk tempat berpijak bagi peneliti di dalam melaksanakan penelitiannya dalam pembuatan anggapan dasar yang harus diperhatikan adalah:
1) Membaca buku
2) Mendengarkan berita
3) Berkunjung ke tempat obyek penelitian
4) Dengan mengadakan abstraksi.
Manfaat dalam pembuatan anggapan dasar adalah
1) ada pijakan berfikir yang kokoh
2) untuk mempertegas variable
3) guna menentukan dan merumuskan hipotesis
2. Pengertian Hipotesis.
Secara etimologi, hipotesis berasal dari dua suku kata yaitu ‘hypo” yang berarti lemah dan “thesis” yang berarti pernyataan. Hipotesis berarti sebuah pernyataan yang lemah, atau kesimpulan yang belum final, masih harus diuji atau dibuktikan kebenarannya. Menurut Kerlinger (2004:30) hipotesis adalah pernyataan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
Menurut Donal Ary, et. al (1985:76) ada dua alasan yang mendasarinya, yaitu:
a. Hipotesis yang baik menunjukan bahwa peneliti memiliki ilmu pengetahuan yang cukup dalam kaitannya dengan permasalahan.
b. Dengan hipotesis dapat memberikan arah dan petunjuk tentang pengambilan data dan proses interprestasinya.
Good dan scates (1954) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya.
Jadi Hipotesis, secara sederhana merupakan dugaan sementara yang diharapkan terjadi dalam penelitian.
B. Kegunaan Hipotesis
Kegunaan hipotesis antara lain [1]:
1. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
2. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung dapat diuji dalam penelitian.
3. Hipotesis memberikan arah kepada penelitian.
4. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan
  1. Jenis-Jenis Hipotesis
Hipotesis dapat dibedakan berdasarkan penempatannya dan berdasarkan rumusannya. Adapun jenis-jenis hipotesis dijelaskan berikut ini.
a. Berdasarkan Penempatannya
Berdasarkan penempatan atau posisinya, hipotesis dibedakan menjadi dua yaitu hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Kedua hipotesis tersebut diuraikan sebagai berikut:
1) Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian biasanya ditempatkan pada bab kedua atau studi kepustakaan setelah kajian teori yang dinyatakan dalam bentuk kalimat. Hipotesis penelitian pada umumnya sama banyaknya dengan perumusan masalah penelitian yang telah ditetapkan, karena hipotesis ini sifatnya hanya sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah. Misalnya, Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar matematika siswa.
2) Hipotesis Statistik
Hipotesis statistik biasanya ditempatkan pada bagian akhir bab ketiga atau bab yang berkaitan dengan analisis data. Hipotesis ini dinyatakan dalam bentuk simbol statistik. Hipotesis statistik hanya bekerja dengan menggunakan sebagian data yang diambil dari populasi atau data sampel. Apabila penelitian dilakukan terhadap keseluruhan anggota populasi maka tidak perlu ada hipotesis statistik. Hipotesis statistik bertujuan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunkan data yang diambil sebagian dari populasi atau data sampel yang hasilnya diberlakukan pada populasi.
b. Berdasarkan Rumusannya
Berdasarkan rumusan dalam suatu penelitian, hipotesis dibedakan menjadi dua yaitu hipotesis nol (null hypotheses) dan hipotesis kerja (alternative hypotheses). Kedua jenis hipotesis ini diuraikan sebagai berikut.
1) Hipotesisi Nol
Hipotesis nol menyatakan tidak adanya hubungan atau perbedaan antara variabel dengan variabel lain atau tidak adanya pengaruh variabel terhadap variabel lain. Hipotesis nol biasanya disingkat dengan H0.
Contoh:
1. Tidak terdapat hubungan yang positif antara iklim belajar dengan prestasi belajar.
2. Tidak terdapat pengaruh langsung konsep diri terhadap motivasi berprestasi.
3. Tidak terdapat perbedaan achievement goals antara mahasiswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan metode ceramah.
2) Hipotesis Kerja atau Alternatif
Hipotesis kerja atau disebut juga sebagai hipotesis alternatif menyatakan adanya hubungan atau perbedaan antara variabel dengan variabel lain atau adanya pengaruh variabel terhadap variabel lain. Hipotesis alternatif biasanya disingkat dengan Ha atau H1.
Contoh:
1. Terdapat hubungan yang positif antara iklim belajar dengan prestasi belajar.
2. Terdapat pengaruh langsung konsep diri terhadap motivasi berprestasi.
Terdapat perbedaan achievement goals antara mahasiswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan metode ceramah.
  1. Ciri-ciri hipotesis
Ciri-ciri hipotesis yang baik:
1) Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
2) Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel-variabel.
3) Hipotesis harus dapat diuji
4) Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.
5) Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.
  1. Menggali dan merumuskan hipotesis
Dalam menggali hipotesis, peneliti harus [2]:
1) Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur-literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.
2) Mempunyai kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat-tempat, objek-objek serta hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki.
3) Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan lainnya yang sesuaia dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang bersangkutan.
Good dan scates memberikan beberapa sumber untuk menggali hipotesis :
1) Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu
2) Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan
3) Imajinasi dan angan-angan
4) Materi bacaan dan literatur
5) Pengetahuan kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang sedang diselidiki.
6) Data yang tersedia
7) kesamaan.
Sebagai kesimpulan , maka beberapa petunjuk dalam merumuskan hipotesis dapat diberikan sebagai berikut :
1) Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan padat serta spesifik
2) Hipotesis sebaiknya dinyatakan dalam kalimat deklaraif dan berbentuk pernyataan.
3) Hipotesis sebaiknya menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diukur.
4) Hendaknya dapat diuji
5) Hipotesis sebaiknya mempunyai kerangka teori.
DAFTAR PUSTAKA
Furchon, Arief, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya: 1982


[1] Drs. Arief Furchon, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya: 1982, hal. 126
[2] Ibid, hal. 133

0 komentar:

Poskan Komentar